Selasa, 03 Januari 2012
N SYNC – This I Promise You
When the visions around you, bring tears to your eyes
And all that surrounds you, are secrets and lies
I’ll be your strength, I’ll give you hope
Keeping your faith when it’s gone
The one you should call, we’re standing here all along
Chorus:
And I will take, you in my arms, and hold you right where you belong
‘Till the day my life is through, this I promise you
This I promise you
I’ve loved you forever, in life times before
And I promise you never, will you hurt anymore
I give you my word, I give you my heart
This is a battle we’ve won
And with this now forever has now begun
Just close your eyes, each loving day
And know this feeling won’t go away, nooo
‘Till the day my life is through, this I promise you
This I promise you
Over and over I fall, when I hear you call
Without you in my life baby
I just wouldn’t be living at all
Chorus:
And I will take, (I will take you in my arms), you in my arms
And hold you right where you belong (right where you belong)
‘Till the day my life is through, this I promise you babe
Just close your eyes, each loving day (each loving day)
And know this feeling won’t go away, (no)
Every word I say is true, this I promise you
Every word I say is true, this I promise you
Ooooooooh I promise you
Pendapatan Samsat Cinere Naik
Realisasi pendapatan Samsat Cinere sejak Februari sampai Agustus 2010 telah mencapai Rp. 74,305 miliar. Sementara target tahun 2010 yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 80,030 miliar. Total pendapatan secara keseluruhan sejak Februari hingga Agustus 2010 telah mencapai 92 persen.
Pendapatan BBN 1 sampai Agustus 2010 mencapai Rp. 44.052.360.000, dari target sebesar Rp. 53 miliar. Sementara pendapatan BBN II sampai Agustus 2010 telah mencapai Rp. 1.191.113.900, dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 530 juta.
Jadi total realisasi pendapatan untuk mencapai sebesar 109 persen, BBN I baru mencapai 83 persen, dan BBN II juga telah melebihi target sebesar 224 persen.
Pendapatan BBN I dan BBN II semula dikelola Samsat Depok, kini telah dialihkan hak administrasinya ke Samsat Cinere, namun untuk proses layanan BBN I dan BBN II masih dilakukan di Samsat Depok.
Pendapatan BBN 1 sampai Agustus 2010 mencapai Rp. 44.052.360.000, dari target sebesar Rp. 53 miliar. Sementara pendapatan BBN II sampai Agustus 2010 telah mencapai Rp. 1.191.113.900, dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp. 530 juta.
Jadi total realisasi pendapatan untuk mencapai sebesar 109 persen, BBN I baru mencapai 83 persen, dan BBN II juga telah melebihi target sebesar 224 persen.
Pendapatan BBN I dan BBN II semula dikelola Samsat Depok, kini telah dialihkan hak administrasinya ke Samsat Cinere, namun untuk proses layanan BBN I dan BBN II masih dilakukan di Samsat Depok.
Rabu, 28 Desember 2011
Pembangunan Koperasi
Pembangunan Koperasi di Indonesia.
Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses
perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai
kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah
menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus
dirinya sendiri (self help).
A. Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi
Koperasi bukan kumpulan modal, dengan demikian tujuan
pokoknya harus benar-benar mengabdi untuk kepentingan anggota dan masyarakat di
sekitarnya. Pembangunan koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok
yaitu masalah internal dan eksternal koperasi.
* Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
* Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.
B. Kunci Pembangunan Koperasi
* Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
* Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.
B. Kunci Pembangunan Koperasi
Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerataan tingkat pendidikan sampai ke pelosok baru dimulai pada tahun 1986, sehingga dampaknya baru bisa dirasakan paling tidak 15 tahun setelahnya.
Berbeda dengan Ace Partadiredja, Baharuddin berpendapat
bahwa faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi
pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian
dan mental pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga
masih perlu diperbaiki lagi.
Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor
penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari
masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat,
tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di
bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga
koperasi.
Ketiga masalah di atas merupakan inti dari masalah
manajemen koperasi dan merupakan kunci maju atau tidaknya koperasi di
Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan
keterkaitan timbal balik antara manajemen profesional dan dukungan kepercayaan
dari anggota. Mengingat tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang
akan datang semakin besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan
manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi.
Untuk keperluan ini, koperasi dan pembina koperasi perlu melakukan pembinaan
dan pendidikan yang lebih intensif untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan
tugas tersebut, apabila belum mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat
dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.
Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas
Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka
manajemen tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut:
* semua anggota diperlakukan secara adil
* didukung administrasi yang canggih
* koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat
* pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak
* petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli
* kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi
* manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis
* memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya
* perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas
* keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang
* selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan
* pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan
* semua anggota diperlakukan secara adil
* didukung administrasi yang canggih
* koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat
* pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak
* petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli
* kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi
* manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis
* memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya
* perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas
* keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang
* selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan
* pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia )
Kendala yang
dihadapi masyarakat :
1. Perbedaan
pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2. Cara
mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a. Koqnisi
b. Apeksi
c. Psikomotor
3. Masa
Implementasi UU No.12 Tahun 1967 Tahapan membangun Koperasi :
a. Ofisialisasi
b.
De-ofisialisasi
c. Otonomisasi
4.
Misi UU No.25 Tahun 1992 merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945
Sumber: Ign. Sukamdiyo, Manajemen Koperasi, Erlangga, 1996, Hal. 27-33.
Selasa, 27 Desember 2011
Peranan Koperasi
Peranan Koperasi dalam berbagai bentuk
pasar
Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2 macam :
1. Pasar dengan persaingan sempurna (perfect competitive market).
2 .Pasar dengan persaingan tak sempurna (imperfect competitive market)
yaitu Monopsoni, Persaingan Monopolistik (monopolistik
competition), dan Oligopoli.
Peranan
Koperasi dalam Pasar Persaingan Sempurna (perfect competitive market)
Ciri-ciri pasar
persaingan sempurna :
- Adanya penjual
dan pembeli yang sangat banyak
- Produk yang
dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
- Perusahaan
bebas untuk mesuk dan keluar
- Para pembeli
dan penjual memiliki informasi yang sempurna
Koperasi dalam
Pasar Monopolistik
Ciri-cirinya :
- Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
- Produk yang dihasilkan tidak homogen
- Ada produk substitusinya
- Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
- Harga produk tidak sama disemua pasar, tetapi berbeda-beda sesuai dengan
keinginan
penjualnya
Koperasi dalam
Pasar Oligopoli
Oligopo;i adalah struktur pasar dimana hanya
ada beberapa perusahaan(penjual) yang
menguasai pasar
Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi
harga dan nonharga
Di Pasar Monopsoni
- Banyak
penjual atau pengusaha tetapi hanya ada satu pembeli
Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product
defferentiation dan memperluas
pasar dengan
cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk.
• Penawaran
Harga yang bersifat Predator
• Price
Leadership : oleh Perusahaan dengan Biaya Terendah
Menurut
Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran
koperasi sebagai berikut:
• Membangun dan
mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan
masyarakat pada
umumnya untuk
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
• Berperan
serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan
masyarakat
• Memperkokoh
perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional
dengan koperasi
sebagai
soko-gurunya
• Berusaha
untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha
bersama berdasarkan
atas asas
kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
• Mengembangkan
kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar
Langganan:
Postingan (Atom)